OJK Sebut Ekonomi Global Sebabkan Penurunan Kinerja Pasar
Modal
MERDEKA.COM. Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) tahun ini ditutup di level 4.274,18 lebih rendah 0,98
persen dibanding tahun lalu yang ditutup di level 4.316,69. Penurunan IHSG ini
disinyalir akibat keterlambatan OJK merespon kondisi perekonomian global dan
melakukan aksi penyelamatan terhadap pasar modal Indonesia.
Kepala
Eksekutif Bidang Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida
membantah penurunan pertumbuhan pasar modal Indonesia tersebut akibat OJK.
Nurhaida menjelaskan, pergerakan
IHSG murni disebabkan perilaku investor. Menurutnya, otoritas hanya bertugas
mengawasi pergerakan pasar modal di Indonesia.
"Kalau dikatakan kami
terlambat menyelamatkan, itu tidak demikian. Pengawas hanya mengawasi sesuai
ketentuan yang berlaku. Saya juga tanya dengan regulator di Singapura, kalau
kondisi ini apa yang bisa dilakukan, tidak bisa lakukan apa-apa karena sesuai
dengan market," ucap Nurhaida di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta,
Senin (30/12).
Nurhaida mengakui
gejolak perekonomian global dan domestik memberi tekanan yang sangat signifikan
terhadap kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2013.
Di mana, hingga 27 Desember 2013,
OJK mencatat pertumbuhan pasar modal Indonesia minus 3,07 persen. "Indonesia
minus karena adanya tekanan yang signifikan dari kondisi global dan
domestik," tutup Nurhaida.
Analisis: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Penurunan IHSG ini disinyalir akibat keterlambatan OJK merespon kondisi perekonomian global dan melakukan aksi penyelamatan terhadap pasar modal Indonesia dan adanya gejolak perekonomian global dan domestik yang memberikan tekanan yang signifikan kinerja pasar modal di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar