Senin, 30 Desember 2013

TULISAN 20

OJK Sebut Ekonomi Global Sebabkan Penurunan Kinerja Pasar Modal


MERDEKA.COM. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini ditutup di level 4.274,18 lebih rendah 0,98 persen dibanding tahun lalu yang ditutup di level 4.316,69. Penurunan IHSG ini disinyalir akibat keterlambatan OJK merespon kondisi perekonomian global dan melakukan aksi penyelamatan terhadap pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida membantah penurunan pertumbuhan pasar modal Indonesia tersebut akibat OJK.
Nurhaida menjelaskan, pergerakan IHSG murni disebabkan perilaku investor. Menurutnya, otoritas hanya bertugas mengawasi pergerakan pasar modal di Indonesia.
"Kalau dikatakan kami terlambat menyelamatkan, itu tidak demikian. Pengawas hanya mengawasi sesuai ketentuan yang berlaku. Saya juga tanya dengan regulator di Singapura, kalau kondisi ini apa yang bisa dilakukan, tidak bisa lakukan apa-apa karena sesuai dengan market," ucap Nurhaida di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (30/12).
Nurhaida mengakui gejolak perekonomian global dan domestik memberi tekanan yang sangat signifikan terhadap kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2013.
Di mana, hingga 27 Desember 2013, OJK mencatat pertumbuhan pasar modal Indonesia minus 3,07 persen. "Indonesia minus karena adanya tekanan yang signifikan dari kondisi global dan domestik," tutup Nurhaida.

Analisis: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Penurunan IHSG ini disinyalir akibat keterlambatan OJK merespon kondisi perekonomian global dan melakukan aksi penyelamatan terhadap pasar modal Indonesia dan adanya gejolak perekonomian global dan domestik yang memberikan tekanan yang signifikan kinerja pasar modal di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar