Pejabat PU: Pembangunan Perkotaan Harus Perhatikan Infrastruktur
Jakarta (Antara) -
Pembangunan kawasan perkotaan harus diimbangi peningkatan infrastruktur yang
memadai, dipandu dengan pemberlakuan tata ruang kota yang tepat,kata seorang
pejabat Kementerian Pekerjaan Umum .
"Proses urbanisasi perlu
diiringi dengan ketersediaan infrastruktur," kata Direktur Pengembangan
Kawasan Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum, Amwazi Idrus dalam keterangan
tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut Amwazi Idrus, ketersediaan
infrastruktur sangatlah penting karena semakin padatnya penduduk di perkotaan
jika tidak diimbangi pembangunan infrastruktur akan mengakibatkan tidak
terpenuhinya kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.
Untuk itu, ujar dia, pembangunan di
kawasan perkotaan hendaknya mengacu kepada rencana tata ruang kawasan perkotaan
tersebut.
"Perencanaan tata ruang kota
dan perencanaan pembangunan kota merupakan kebijakan yang harus
disinergikan," katanya.
Ia berpendapat, hal tersebut
mengingat beberapa permasalahan pembangunan yang kerap terjadi seperti
pelaksanaan pembangunan yang tidak memperhatikan rencana tata ruang kota serta
arah pengembangan kota dan strategi sektoral yang tidak saling terkait.
Menurut catatan, Forum Pemimpin
Infrastruktur (Infrastructure Leaders Forum/ILF) juga telah digelar di Jakarta
pada 31 Oktober 2013 untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur yang terjadi di
berbagai daerah di Indonesia.
"Penyelenggaraan ILF ini
diharapkan menjadi pendorong dan inisiator sekaligus memberikan solusi dalam
hal pendanaan dan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, serta
sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan kesenjangan
infrastruktur," kata Ketua Konferensi ILF 2013, John Scott Younger.
Indonesia pada saat ini, menurut
dia, masih berada dalam situasi krisis infrastruktur sehingga dalam beberapa
kali ajang internasional seperti forum APEC di Nusa Dua, beberapa waktu lalu,
Indonesia mengusulkan agar fokus pada pembangunan infrastruktur.
Penyelenggaraan ILF 2013 ini juga
dinilai penting sebagai sarana yang dibutuhkan baik bagi pemerintah maupun
sektor swasta untuk mengatasi sejumlah isu yang terkait dengan pembangunan
infrastruktur di Indonesia.
Sebelumnya, Ketua Forum Logistik
Indonesia Setijadi mengatakan, jumlah permodalan investasi yang masuk ke
Indonesia untuk membangun fasilitas infrastruktur yang memadai wajib terus
digenjot karena pendanaan untuk infrastruktur belum memadai.
Setijadi mengingatkan, investasi
infrastruktur di Indonesia tercatat sekitar lima persen PDB sedangkan di negara
lain seperti di Indiasejak 2009 sudah di atas tujuh persen dari PDB.
Bahkan, lanjutnya, investasi di
China sudah mencapai sembilan smpai 11 persen PDB sejak 2005.
"Pemerintah bisa mendorong
partisipasi pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur," ujarnya.
Menurut dia, dorongan dari
pemerintah agar dapat menarik pihak swasta untuk berinvestasi di Tanah Air
antara lain melalui pola kerja sama dan insentif yang menarik.(tp)
Analisa :
Menurut saya perlunya infrastruktur yang
baik untuk dapat menyelenggarakan urbanisasi yang merata , untuk itu diperlukan
tata ruang dan pembangunan kota yang baik dan benar agar tidak tertinggal
dengan negara – negara lain.