BAB VIII
PERKEMBANGAN DANA PEMBANGUNAN INDONESIA
Dari segi prencanaan pembangunan Indonesia, APBN
adalahmerupakan konsep perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek,
karena itulah APBN selalu disusun setiap tahun.Seperti namanya, maka secara
garis besar APBN terdiri dari pos-pos seperti dibawah ini :
·
Dari sisi
penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan oenerimaan pembangunan
·
Sedangkan
dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran ruin dan pengeluaran
pembangunan
APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan
dapar berjalan dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Hal tersebut
perlu diperhatikan mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih
antara penerimaan dalam negeri dengan pengeluaran rutin, belum sepenuhnya
menutupi kebutuhan biaya pembangunan Indonesia.
Meskipun dari PELITA ke PELITA jumlah tabungan
pemerintah sebagai sumber pembiayan pembangunan terbesar, terus mengalami
peningkatan (lihat tabel 5.1) namun kontribusinya terhadap keseluruhan dana
pembangunan yang dibutuhkan masih jauh yang diharapkan. Dengan kata lain
ketergantungan dana pembangunan terhadap sumber lain, dalam hal ini pinjaman
luar negeri, masih cukup besar. Namun demikian mulai tahun terakhir PELITA I,
prosentase tabungan pemerintah sudah mulai besar dibanding pinjaman luar
negeri. Hal ini tidak terlepas dari peranan sektor migas yang saat itu sangat
dominan, serta dengan dukungan beberapa kebijaksanaan pemerintah dalam masalah
perpajakan dan uapaya peningkatan penerimaan negara lainnya. Untuk menghindari
terjadimya defisit anggaran pembangunan, Indonesia masih mengupayakan sumber
daya dari luar negeri, dan meskipun IGGI ( Inter Govermmental Group On
Indonesia ) bukan lagi menjadi forum internasional yang secara formal membantu
pembiayaan pembangunan di Indonesia, namun dengan lahirnya CGI (Consoltative
Group On Indonesia) kebutuhan pinjaman luar negeri sebagai dana pembangunan
masih dapat diharapkan.
PROSES
PENYUSUNAN ANGGARAN
Definisi
Anggaran
Anggaran merupakan sejumlah uang yang dihabiskan
dalam periode tertentu untuk melaksanakan suatu program. Tidak ada satu
perusahaan pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses
penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanan. Proses
penyusunan anggaran di bagi menjadi 2 ,yakni dari atas ke bawah,dan dari bawah
ke atas.
Dari
atas ke bawah
Merupakan proses penyusunan anggaran tanpa
penentuan tujuan sebelumnya dan tidak berlandaskan teori yang jelas. Proses
penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian
sejumlah uang dari pihak atasan kepada para karyawannya agar menggunakan uang
yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program. Terdapat 5 metode
penyusunan anggaran dari atas ke bawah :
1.
Metode
kemampuan adalah metode dimana perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada
untuk kegiatan operasional dan produksi tanpa mepertimbangkan efek pengeluaran
tersebut.
2. Metode pembagian semena-mena merupakan proses
pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari metode sebelumnya. Metode
ini tidak berdasar pada teori, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan tidak
membuat konsep pendistribusian anggaran dengan baik.
3. Metode persentase penjualan menggambarkan efek
yang terjadi antara kegiatan iklan dan promosi yang dilakukan dengan persentase
peningkatan penjualan di lapangan. Metode ini mendasarkan pada dua hal, yaitu
presentase penjualan dan sejumlah pengembalian yang diterima dari aktivitas
periklanan dan promosi yang dilakukan.
4. Melihat pesaing karena sebenarnya tidak ada
perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya. Tiap perusahaan akan
berusaha untuk melakukan promosi yang lebih baik dari para pesaingnya dengan
tujuan untuk menguasai pangsa pasar
5. Pengembalian investasi (Return of investment)
merupakan pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan terkait
dengan sejumlah uang yang telah dikeluarkan untuk iklan dan aktivitas promosi
lainnya. Sesuai dengan arti katanya, investasi berarti penanaman modal dengan
harapan akan adanya pengembalian modal suatu hari.
Dari
bawah ke atas
Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan
setelah tujuan selesai disusun.Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas
merupakan komunikasi strategis antara tujuan dengan anggaran. Terdapat 3 metode
dasar proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas, yakni :
1.
Metode
tujuan dan tugas (Objective and task method) dengan menegaskan pada penentuan
tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan. Terdapat 3 langkah yang
ditempuh dalam langkah ini, yakni penentuan tujuan, penentuan strategi dan
tugas yang harus dikerjakan, dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk
mencapai tugas dan strategi tersebut.
2. Metode pengembalian berkala (Payout planning)
menggunakan prinsip investasi dimana pengembalian modal diterima setelah waktu
tertentu.Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami rugi dikarenakan biaya
promosi dan iklan masih melebihi keuntungan yang diterima dari hasil penjualan,
Pada tahun kedua, perusahaan akan mencapai titik impas (break even point)
antara biaya promosi dengan keuntungan yang diterima. Setelah memasuki tahun
ketiga, barulah perusahaan akan menerima keuntungan penjualan. Strategi ini
hasilnya dirasakan dalam jangka panjang.
3. Metode perhitungan kuantitatif (Quantitative
models) menggunakan sistem perhitungan statistik dengan mengolah data yang
dimasukkan dalam komputer dengan teknik analisis regresi berganda (multiple
regression analysis). Metode ini jarang digunakan karena kompleks dalam
pemakaiannya.
Alokasi anggaran
Setelah mengetahui berapa anggaran yang
dibutuhkan untuk melaksanakan program, hal selanjutnya adalah bagaimana
mengalokasikan anggaran yang tersedia. Mengalokasikan anggaran berarti
melakukan pembagian dana secara sistematis berdasarkan keseluruhan anggaran
yang dimiliki perusahaan untuk melangsungkan program tersebut. Hal-hal yang
perlu dipertimbangkan dalam pengalokasian anggaran mencakup potensial pasar,
ukuran dan segmen pasar, kebijakan perusahaan, skala ekonomi periklanan, dan
karakteristik perusahaan.
Alokasi anggaran tersebut juga masuk ke dalam anggaran yang di gunakkan untuk
pemilu atau sesuatu hal yang berhubungan dengan politik,walaupun banyak
penyimpangan yang terjadi.Sehingga hal ini membuktikan bahwa pengalokasian
anggaran yang tidak berjalan sesuai tujuan yang sudah di tentukkan.
Perkiraan Penerimaan Negara
Secara garis
besar sumber penerimaan Negara berasal dari :
a.
Penerimaan dalam negeri
b.
Penerimaan Pembangunan
Perkiraan Pengeluaran Negara
Secara garis
besar, pengeluaran Negara dikelompokkan menjadi dua yakni :
a.
Pengeluaran rutin
Pengeluaran rutin
Negara adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu ada dan telah terencana
sebelumnya secara rutin,diantaranya:
·
Pengeluaran untuk belanja pegawai
·
Pengeluaran untuk belanja barang
·
Pengeluaran untuk subsidi daerah otonom
·
Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
·
Pengeluaran lain lain
b. Pengeluaran
pembangunan
Secara garis besar,yang termasuk dalam
pengeluaran pembangunan diantaranya adalah:
·
Pengeluaran pembangunan untuk berbagai
departemen/lembaga Negara,diantaranya untuk membiayai proyek-proyek pembangunan
sektoral yang menjadi tanggung jawab masing-masing departemen/lembaga Negara
bersangkutan.
·
Pengeluaran pembangunan untuk anggaran
pembangunan daerah( Dati I dan II )
·
Pengeluaran pembangunan lainnya
DASAR PERHITUNGAN
PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan
negara, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Hal – hal tersebut
adalah :
1.
Penerimaan
Dalam Negeri Dari Migas
Faktor-faktor
yang dipertimbangkan adalah :
·
Produksi
minyak rata-rata perhari
·
Harga rata-rata
ekspor minyak mentah
2. Penerimaan Dalam Negeri Diluar Migas
Faktor-faktor
yang dipertimbangkan adalah :
·
Pajak
penghasilan
·
Pajak pertambahan
nilai
·
Bea masuk
·
Cukai
·
Pajak ekspor
·
Pajak bumi
dan banguan
·
Bea materai
·
Pajak lainnya
·
Penerimaan
bukan pajak
3. Penerimaan dari hasil penjualan BBM
·
Penerimaan
Pembangunan Terdiri dari penerimaan bantuan program dan bantuan proyek
Sumber :