Sabtu, 02 November 2013

TULISAN 9


Pejabat PU: Pembangunan Perkotaan Harus Perhatikan Infrastruktur

Jakarta (Antara) - Pembangunan kawasan perkotaan harus diimbangi peningkatan infrastruktur yang memadai, dipandu dengan pemberlakuan tata ruang kota yang tepat,kata seorang pejabat Kementerian Pekerjaan Umum . 
"Proses urbanisasi perlu diiringi dengan ketersediaan infrastruktur," kata Direktur Pengembangan Kawasan Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum, Amwazi Idrus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. 
Menurut Amwazi Idrus, ketersediaan infrastruktur sangatlah penting karena semakin padatnya penduduk di perkotaan jika tidak diimbangi pembangunan infrastruktur akan mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. 
Untuk itu, ujar dia, pembangunan di kawasan perkotaan hendaknya mengacu kepada rencana tata ruang kawasan perkotaan tersebut. 
"Perencanaan tata ruang kota dan perencanaan pembangunan kota merupakan kebijakan yang harus disinergikan," katanya. 
Ia berpendapat, hal tersebut mengingat beberapa permasalahan pembangunan yang kerap terjadi seperti pelaksanaan pembangunan yang tidak memperhatikan rencana tata ruang kota serta arah pengembangan kota dan strategi sektoral yang tidak saling terkait. 
Menurut catatan, Forum Pemimpin Infrastruktur (Infrastructure Leaders Forum/ILF) juga telah digelar di Jakarta pada 31 Oktober 2013 untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. 
"Penyelenggaraan ILF ini diharapkan menjadi pendorong dan inisiator sekaligus memberikan solusi dalam hal pendanaan dan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, serta sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan kesenjangan infrastruktur," kata Ketua Konferensi ILF 2013, John Scott Younger. 
Indonesia pada saat ini, menurut dia, masih berada dalam situasi krisis infrastruktur sehingga dalam beberapa kali ajang internasional seperti forum APEC di Nusa Dua, beberapa waktu lalu, Indonesia mengusulkan agar fokus pada pembangunan infrastruktur. 
Penyelenggaraan ILF 2013 ini juga dinilai penting sebagai sarana yang dibutuhkan baik bagi pemerintah maupun sektor swasta untuk mengatasi sejumlah isu yang terkait dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia. 
Sebelumnya, Ketua Forum Logistik Indonesia Setijadi mengatakan, jumlah permodalan investasi yang masuk ke Indonesia untuk membangun fasilitas infrastruktur yang memadai wajib terus digenjot karena pendanaan untuk infrastruktur belum memadai. 
Setijadi mengingatkan, investasi infrastruktur di Indonesia tercatat sekitar lima persen PDB sedangkan di negara lain seperti di Indiasejak 2009 sudah di atas tujuh persen dari PDB. 
Bahkan, lanjutnya, investasi di China sudah mencapai sembilan smpai 11 persen PDB sejak 2005. 
"Pemerintah bisa mendorong partisipasi pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur," ujarnya. 
Menurut dia, dorongan dari pemerintah agar dapat menarik pihak swasta untuk berinvestasi di Tanah Air antara lain melalui pola kerja sama dan insentif yang menarik.(tp)

Analisa            :

Menurut saya perlunya infrastruktur yang baik untuk dapat menyelenggarakan urbanisasi yang merata , untuk itu diperlukan tata ruang dan pembangunan kota yang baik dan benar agar tidak tertinggal dengan negara – negara lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar