BAB VI
A.
KEADAAN GEOGRAFIS INDONESIA
Indonesia merupakan negara kepulauan
yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki
lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan
luas perairan 3.257.483 km2.
Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia
memiliki batas-batas sebagai berikut :
- Utara : Negara Malaysia, Singapura, Filipina,
Laut Cina Selatan.
- Selatan : Negara Australia, Samudera Hindia
- Barat : Samudera Hindia
- Timur : Negara Papua Nugini, Timor Leste,
Samudera Pasifik
Keadaan demikian dapat menjadi suatu kekuatan dan
kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita dan sebaliknya dapat menjadi
kelemahan dan ancaman bagi perekonomian kita.
Banyaknya pulau akan menjadi
kekuatan dan kesempatan jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan
kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah
dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan
menggali dan menfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia akan banyak
memiliki pilihan produk yang dapat dikembangkan sebagai komoditi perdagangan,
baik untuk pasar lokal maupu pasar internasional. Dan dengan keindahan dan
keanekaragaman budaya kepulauan dapat menjadi sumber penerimaan negara adalah
melaui industri pariwisata.
Namun kenyataan itu juga dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi
perekonomian Indonesia, jika sumber daya yang dihasilkan setiap pulau hanya
dinikmati oleh sebagian masayrakat saja demikian pula juga ika masih banyak
pihak luaryang secara ilegal mengambil kekayan alam indonesia di berbagai
kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan
seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak pihak terkait
untuk mengamankan keppulauan indonesia tersebut dari pihak pihak yang tidak
berhak mendapatkanya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu
bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengn keadaan geografi
indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang di terapakan pemerintah
tampak nya sudah cukup tepat untuk mengatasi masalah ini.
Indonesia mempunyai iklim tropic basah yang dipengaruhi oleh angin
monsoon barat dan monsun timur. Iklim yang dimiliki ini menyebabkan Indonesia
hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan kondisi
iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri
menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk
memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di
pasar lokal maupun dunia.
Indonesia
merupakan negara yang kaya akan bahan tambang dan seperti telah sejarah
buktikan, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan
negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada
saat itu target pertumbuhan ekonomi kita berani ditetapkan sebesar 7,5 % ( masa
Repelita II ). Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan
andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil
tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber
devisa negara. Selain minyak bumi Indonesia juga memiliki hasil tambang lain
seperti biji besi, timah, tembaga, batu bara, gas bumi dan lain-lain.
Wilayah
Indonesia yang menempati posisi sangat strategis yaitu terletak diantara dua
benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya. Sejak sebelum
kemerdekaan-pun Indonesia telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar
kedua benua dan benua-benua lainnya. Dengan letak yang sangat strategis
tersebut kita harus dapat memanfaatkannya sehingga lalu lintas ekonomi yang
terjadi membawa dampak positif bagi kebaikan perekonomian Indonesia. Hal yang
perlu dilakukan tentunya mempersiapkan segala sesuatu, seperti sarana
telekomunikasi, perdagangan, pelabuhan laut, udara, serta infrastruktur
lainnya.
B.
MATA PENCAHARIAN
Seni budaya, sumber
daya alam dan sumber daya manusia yang beraneka ragam membuat Indonesia
memiliki banyak mata pencaharian. Selain letak geografis juga menjadi salah
satu faktor banyaknya mata pencaharian di Indonesia. Dari banyaknya mata
pencaharian, sektor pertanian lah yang menjadi mata pencaharian terbesar bagi
sebagian besar masyarkat Indonesia. Hal ini disebabkan karena Indonesia
menjadi salah satu negara dengan hasil pangan terbesar di dunia, selain itu
Indonesia juga dikenal sebagai negara Agraris.
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa
hal diantaranya bahwa:
·
Pertama, mata pencaharian penduduk
Indonesia sebagian besar masih berada disektor pertanian (agraris), yang
tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanaian, perikanan,
peternakan dan sejenisnya.
·
Kedua, kontribusi sektor pertanian
terhadap GDP (Gross Domestic Product) secara absolut masih dominan, namun jika
dibandingkan dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakkan adanya
penurunan dalam prosentase.
·
Yang perlu diwaspadai dalam sektor
pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif
tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan
komoditi yang dihasilkan sektor lain (misalnya industri), sehingga sebagian
masyarakat Indonesia yang memang bermata poencaharian di sektor pertanaian
(desa) semakin tertinggal rekannya yang bekerja dan emmiliki akses disektor industri
(kota). Jika ini tidak segera ditindak lanjuti, maka akan menjadi benar Teori
Ketergantungan, bahwa Spread Effect (kekuatan menyebar) akan selalu lebih kecil
dari back- wash effect (mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah
kaya).
Langkah-langkah yang
dapat ditempuh untuk mengatasi masalah ini diantaranya adalah :
·
Memperbaiki kehidupan penduduk/petani
dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasarananya dalam bidang
pertanian.
·
Meningkatkan nilai tambah komoditi
pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar likal saja.
·
Mencoba mengembangkan kegiatan agrobisnis.
·
Menunjang kegiatan Transmigrasi.
C.
SUMBER DAYA MANUSIA
Jika kita
tengok sejarah mengenai pertumbuha penduduk di Indonesia sebelum orde baru,
pertumbuhan penduduk Indonesia masih cukup tinggi +/- 2,8%. Dan setelah
pemerintah Orde Baru menyadari bahwa
pertumbuhan tersebut harus dikurangi, maka mulai Repelita I sampai dengan
Repelita IV, pertumbuhan penduduk kita hanya berkisar antara 2,1% sampai dengan
2,3%, dan 1,9% diperkiraan untuk Repelita selanjutnya.
Sebagai salah
satu negara berkembang Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia,
diantaranya :
·
Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi
·
Penyebaran yang kurang merata
·
Kurang seimbangnya struktur dan komposisi umur penduduk,
yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang berusia muda serta mutu
penduduk yang masih relatif.
Negara-negara
dengan jumlah penduduk yang banyak, tentu memiliki sumber daya manusia yang
sangat tinggi. Adapun negara yang memiliki sumber daya manusia yang tinggi
diantaranya Amerika Serikat, Cina dan Rusia. Negara ini sudah mampu mencetak
orang-orang berjasa di bidang Iptek maupun ilmu penetahuan lainnya. Ini
merupakan salah satu faktor dari sumber daya manusia.
Sumber Daya
Manusia yang berkualitas memberikan pengaruh yang sangat baik apabila
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Manfaat yang baik akan barguna bagi diri
kita, masyarakat dan negara. Apabila kita mencari pekerjaan atau membuat
lapangan pekerjaan sendiri, kita bisa melihat dari kelebihan dan kemampuan yang
kita miliki dari sumber daya kita. Hal ini dapat mengurangi jumlah pengangguran
yang ada di negara kita. Jadi sangatlah penting sumber daya manusia itu bagi
kehidupan kita. Walaupun banyak orang yang memiliki sumber daya manusia yang
berkualitas di Indonesia seperti lulusan SMA, SMK, dan Sarjana tetap saja tidak
memiliki pekerjaan. Ini dikarenakan orang-orang di negara kita sangatlah
malas mereka hanya mau bekerja yang mudah dan penghasilan yang besar. Apabila
kita ingin mendapat penghasilan yang kita inginkan sebaiknya kita harus bekerja
keras. Selain ada yang bekerja di dalam negeri penduduk Indonesia juga memiliki
pekerja di luar negeri yang di sebut dengan TKI (Tenaga Kerja Indonesia).
Tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri memiliki beraneka pekerjaan.
Tetapi kebanyakan TKI Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ini
di sebabkan selain bekerja di negeri sendiri yang penghasilannya rendah dari
pada di luar negeri juga karena mereka tidak memiliki keahlian lain selain
pekerjaan rumah tangga. Jadi sumber daya manusia mereka masilah rendah. Ada
juga yang membuat usaha di luar negeri yang berkembang pesat dan ada yang
gulung tikar pula. Agar kita bisa memperoleh sumber daya manusia yang
berkualitas, seharusnya dengan cara mendapatkan ilmu pengetahuan dan
melakukan banyak percobaan agar kita dapat pengalaman. Kita bisa mendapat
ilmu pengetahuan dengan cara bersekolah atau mengikuti program lain. Jika kita
bersekolah harus bertahap, yaitu dari Sekolah Dasar kemudian ke Sekolah Menegah
Pertama kemudian ke Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan dan
mungkin melanjutkan ke sarjana. Pengalaman juga sangat di perlukan karena
dengan memiliki banyak pengalaman kita akan tahu mana yang akan baik apabila mengerjakannya.
Jadi kita akan mendapat pekerjaan akan lebih mudah apabila kita pandai dan
memiliki banyak pengalaman.
Untuk
mengatasi banyaknya pengangguran terlebih dahulu kita harus memberi perhatian
kepada anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa ini. Pemerintah harusnya
memberikan pendidikan yang baik, karena pendidikan di Indonesia masihlah banyak
yang masih kurang dengan standar. Masih banyak bangunan sekolah yang tak layak
dipergunakan, peralatan sekolah yang belum lengkap, dan lain-lain. Selain itu banyaknya
penduduk miskin di Indonesia yang tidak menyekolahkan anak-anaknya karena
masalah dana yang tidak mampu untuk mambayar biaya sekolah. Walaupun sudah
mendapat BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) dan Bea Siswa tetap saja tidak dapat
untuk membeli peralatan belajar dan perlengkapan sekolah. Jadi pemerintah harus
tanggap betapa pentingnya pendidikan itu.
Sumber Daya
Manusia sangatlah penting untuk negara maju maupun negara berkembang seperti
Indonesia. Ini di karenakan penduduk yang memiliki sumber daya manusia yang
berkualitas akan membangun bangsanya untuk menjadi negara maju yang memiliki
penduduk yang cerdas dan cakap dalam membangun bangsa dan negaranya. Maka
Sumbar Daya Manusia sangat perlu di tingkatkan di Indonesia untuk mendapatkan
cita-cita bangsa Indonesia.
D. INVESTASI
Berdasarkan teori ekonomi, investasi
berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari capital/modal barang-barang
yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang
produksi). Contoh termasuk membangun rel kereta api, atau suatu pabrik,
pembukaan lahan, atau seseorang sekolah di universitas. Untuk lebih jelasnya,
investasi juga adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G +
(X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi
non-residential (seperti pabrik, mesin, dll) dan investasi residential (rumah
baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat
dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong
investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan
menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal
dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih
untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan
suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk
mendapatkan bunga.
Untuk
memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di
Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki
peran yang sangat penting. Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk
mengharapkan dana investasi dari masyarakat, perlu dilakukan upaya-upaya
tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan.
Upaya-upaya tersebut adalah :
- Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga sacara absolut dapat meningkatkan Penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu di usahakan peninktan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi komoditi yang akan di ekspor tersebut.
- Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
- Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
- Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar