Kamis, 17 November 2011

Persaingan Buah lokal Dalam Negeri Sendiri


Saat ini di indonesia sedang terjadi persaingan antara buah lokal dengan buah impor. Banyak sentra-sentra pasar yang lebih dominan menjual buah impor dari pada buah lokal (buah hasil panen dari negri sendiri).jumlah buah lokal yang  tersedia tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Maka masyarakat memilih alternatifnya dengan beralih ke buah impor yang selalu tersedia tanpa mengenal musim.
            Tingginya minat masyarakat dapat terliat masih besarnya antusia mereka untuk membeli buah lokal. Bila musim buah lokal datang, pada umumnya masyarakat lebih senang membeli buah lokal dari pada buah impor. Namun karena keterbatasan buah lokal, masyarakat harus cepat membeli sebelum habis. Umumnya buah lokal habis terjual pada sekali musim paling lama dua bulan. Bahkan bila banyak peminat , dalam tempo sebulan sudah habis terjual. Masyarakat harus menunggu musim buah datang kembali, baru dapat menimati dan membeli buah lokal.
            Kesulitan yang dirasakan para pedagang  untuk memenuhi permintaan akan buah lokal dalam negeri, patut direspon pemerintah. Semakin banyak buah lokal yang tersedia dapat memperkecil jumlah buah impor di indonesia. Bahkan bila buah lokal banyak tersedia, indonesia dapat mengekspor ke berbagai negara. Jangan sampai buah lokal tersingkir di dalam negeri sendri.
            Ketertinggalan buah lokal merebu pasar dalam negeri, tidak terlepasnya dari kelemahan pemerintahan dalam meningkatkan hasil produksi buah untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri. Keterbatasan inilah yang membuka peluang buah impor untuk merebut pasar di Indonesia. Bila pemerintah menyediakan buah lokal dengan meningkatkan hasil produksi buah dari petani, dapat mempersempitgerak buah impor merebut pasar di indonesia.
            Buah impor tidak bergizi karena buah impor sudah disimpan berbulan-bulan sebelum sampai ke indonesia. Kandungan nutrisinyapun sudah sangat rendah. Melimpahnya buah dari luar negeri menyebabkan rendahnya konsumsi buah lokal. Sebenarnya buah lokal jauh lebih segar dan bergizi dibandingkan buah impor. Namun, pasar buah Indonesia di banjiri oleh buah-buahan dari luar negeri. Pemerintah perlu mengubah kebijakan untuk menggalakkan produksi dan konsumsi buah lokal.
            Dari segi potensi, tidak diragukan lagi indonesia  memilik potensi yang sangat besar , misalnya salak, durian, jambu air dan pisang pun berbagai macam.produsi buah di indnesia menghadapi berbagai macam masalah, yang pertama, kuarangnya perhatian pemeritah terhadap pertanian buah sehingga menyebabkan rendahya tingkat produksi. Kedua kualitas buah-buah lokal juga kurang memadai. Inilah salah satunya disebaban rendahnya kualitas penelitian untuk mengembangkan buah-buah lokal. Rendahnya tingkat produksi menyebabkan buah lokal tidak bisa bersaing dengan buah-buah impor ketika perdagangan bebas diterapkan di indonesia.


Sumber :

Fahrin Malau/Muhammad Arifin. (www.analisadaily.com)


http://finunu.wordpress.com/2011/09/27/buah-impor-buah-tidak-ada-gizi/

KOMPAS.com 

http://finance.detik.com/read/2011/07/04/153506/1674123/4/ini-dia-alasan-buah-lokal-kalah-saing-dengan-produk-impor 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar