Saat
ini di indonesia sedang terjadi persaingan antara buah lokal dengan buah impor.
Banyak sentra-sentra pasar yang lebih dominan menjual buah impor dari pada buah
lokal (buah hasil panen dari negri sendiri).jumlah buah lokal yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah
permintaan. Maka masyarakat memilih alternatifnya dengan beralih ke buah impor
yang selalu tersedia tanpa mengenal musim.
Tingginya minat masyarakat dapat
terliat masih besarnya antusia mereka untuk membeli buah lokal. Bila musim buah
lokal datang, pada umumnya masyarakat lebih senang membeli buah lokal dari pada
buah impor. Namun karena keterbatasan buah lokal, masyarakat harus cepat
membeli sebelum habis. Umumnya buah lokal habis terjual pada sekali musim
paling lama dua bulan. Bahkan bila banyak peminat , dalam tempo sebulan sudah habis
terjual. Masyarakat harus menunggu musim buah datang kembali, baru dapat
menimati dan membeli buah lokal.
Kesulitan yang dirasakan para
pedagang untuk memenuhi permintaan akan
buah lokal dalam negeri, patut direspon pemerintah. Semakin banyak buah lokal
yang tersedia dapat memperkecil jumlah buah impor di indonesia. Bahkan bila
buah lokal banyak tersedia, indonesia dapat mengekspor ke berbagai negara.
Jangan sampai buah lokal tersingkir di dalam negeri sendri.
Ketertinggalan buah lokal merebu
pasar dalam negeri, tidak terlepasnya dari kelemahan pemerintahan dalam
meningkatkan hasil produksi buah untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam
negeri. Keterbatasan inilah yang membuka peluang buah impor untuk merebut pasar
di Indonesia. Bila pemerintah menyediakan buah lokal dengan meningkatkan hasil
produksi buah dari petani, dapat mempersempitgerak buah impor merebut pasar di
indonesia.
Buah impor tidak bergizi karena buah
impor sudah disimpan berbulan-bulan sebelum sampai ke indonesia. Kandungan
nutrisinyapun sudah sangat rendah. Melimpahnya buah dari luar negeri
menyebabkan rendahnya konsumsi buah lokal. Sebenarnya buah lokal jauh lebih
segar dan bergizi dibandingkan buah impor. Namun, pasar buah Indonesia di
banjiri oleh buah-buahan dari luar negeri. Pemerintah perlu mengubah kebijakan
untuk menggalakkan produksi dan konsumsi buah lokal.
Dari segi potensi, tidak diragukan
lagi indonesia memilik potensi yang
sangat besar , misalnya salak, durian, jambu air dan pisang pun berbagai
macam.produsi buah di indnesia menghadapi berbagai macam masalah, yang pertama,
kuarangnya perhatian pemeritah terhadap pertanian buah sehingga menyebabkan
rendahya tingkat produksi. Kedua kualitas buah-buah lokal juga kurang memadai.
Inilah salah satunya disebaban rendahnya kualitas penelitian untuk
mengembangkan buah-buah lokal. Rendahnya tingkat produksi menyebabkan buah
lokal tidak bisa bersaing dengan buah-buah impor ketika perdagangan bebas
diterapkan di indonesia.
http://finance.detik.com/read/2011/07/04/153506/1674123/4/ini-dia-alasan-buah-lokal-kalah-saing-dengan-produk-impor
Sumber :
Fahrin Malau/Muhammad Arifin. (www.analisadaily.com)
http://finunu.wordpress.com/2011/09/27/buah-impor-buah-tidak-ada-gizi/
KOMPAS.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar